Semua usaha apabila ditekuni tentunya akan membuahkan hasil pada akhirnya. Salah satu usaha yang mempunyai prospek yang sangat bagus sekarang ini yaitu beternak kambing ettawa. Kambing ettawa merupakan salah satu kambing unggulan karena mempunyai postur, bentuk badan yang relatif besar dan mempunyai seni yang tinggi. Soal harga kambing ini relatif lebih stabil dibandingkan dengan harga kambing lainnya.
Apabila harga kambing jenis biasa saat ini mengalami penurunan harga yang sangat drastis, tidak berlaku bagi kambing ettawa. Karena para penggemar kambing ettawa berani membeli dengan harga yang relatif tinggi karena seni dari kambing ettawa. Bahkan apabila dapat memenangkan kontes harganya bisa melambung tinggi hingga puluhan juta, bahkan sampai ratusan juta.
Tidak hanya itu saja, Kambing ettawa yang berjenis super dapat menghasilkan susu yang cukup banyak, 1 kambing bisa menghasilkan 1 sampai 3,5 liter per hari. Untuk daerah blitar harga 1 liter susu kambing ettawa mencapai 30 sampai 40 ribu per liternya. Susu kambing ettawa sangat berkhasiat untuk menyembuhkan beberapa penyakit di antaranya maag, typhus, astma, liver, lambung, stamina dll.
Jadi Keuntungan beternak kambing ettawa:
1. Hasil penjualan anak kambing ettawa yang relatir tinggi
2. Susu Kambing Ettawa
3. Kotoran bisa dimanfaatkan untuk pupuk organik
Beternak kambing ettawa merupakan investasi nyata untuk meningkatkan taraf perekonomian Peternak.
(ettawapatria.com)
Selengkapnya...
Wednesday, January 26, 2011
Keuntungan Beternak Kambing Ettawa
ASOSIASI PETERNAK KAMBING PE JAWA TIMUR TERBENTUK
Sabtu 09 Oktober 2010 stadion Kanjuruhan Kepanjen Malang menjadi saksi sejarah berdirinya ASOSIASI PETERNAK KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE) NASIONAL JAWA TIMUR yang di singkat ASPENAS JATIM. Acara pembentukan organisasi peternak tingkat Jawa Timur ini adalah rangkaian acara TEMU BISNIS DAN SARASEHAN PETERNAK KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE) JAWA TIMUR.
Sebelum acara ini dilaksanakan 1 minggu sebelumnya telah dilaksanakan SEMINAR STANDARISASI PENILAIAN KONTES KAMBING PE di Padepokan Waroeng JOSH Radio JOSH Tulungagung.
SEMINAR STANDARISASI PENILAIAN KONTES KAMBING PE
Tujuan acara seminar adalah untuk mendapatkan rumusan, tanggapan dari berbagai permasalahan pelaksanakan, penjurian kontes kambing yang telah dilaksanakan diberbagai kota untuk dijadikan rumusan standarisasi Penilaian dan pelaksanaan kontes kambing selanjutnya. Hasil “rapat komisi” ini akan dibawa dalam Sarasehan dan Temu Bisnis di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang.
Pemateri pada SEMINAR STANDARISASI PENILAIAN KONTES KAMBING PE adalah Kusairi dari Asosiasi Peternak Kambing Peranakan Etawa (PE) Patria Blitar dan Muslikhan atau yang akrab dipanggil Pak Uslik dari Asosiasi Peternak Kambing Etawa (ASPETA) Tulungagung. Tampil sebagai dalam host SEMINAR STANDARISASI PENILAIAN KONTES KAMBING PE Noer M H dari ASPETA Tulungagung. Noer M H mengatakan bahwa konsep kontes Kambing PE ke depan adalah satu hari selesai sehingga efisien sehingga menarik pihak investor.
Kusairi menyampaikan bahwa Seminar Standarisasi Penilaian Kontes ini adalah tonggak sejarah untuk membawa Kambing PE menjadi sebuah “Industri” yang maju di masa mendatang yang merupakan tujuan besar yang diimpikan semua peternak kambing PE. Lanjutnya prinsip Standarisi ini dari peternak, untuk peternak dan oleh peternak sehingga masukan dari para pemangku kepentingan sangat diharapkan, tujuan pembuatan standarisasi penilaian ini juga untuk menstandarkan pelaksanakan untuk menghindari berbagai masalah yang timbul setelah pelaksanaan kontes karena tiap penyelenggara kontes kambing PE mempunyai standar yang berbeda.
Pembicara kedua Pak Uslik memaparkan bahwa perlu dibuat sistem penjurian yang praktis dan mudah dipantau oleh juri sehingga nilai dari juri tidak bisa “dicurangi” pada proses rekap data oleh tim rekap data, sehingga perlu dibuatkan form yang mudah diurutkan dari nilai bobot terbesar ke yang terkecil berdasarkan pembobotan dari masing kriterita 10 penilaian Postur Tubuh, Telinga, Pola warna, Bulu, Kepala, Ekor, Leher, Kaki, Tanduk, alat Reproduksi (Kelamin) dan Ambing.
Peserta yang datang dari berbagai wilayah seperti Malang, , Blitar, Ponorogo, Kediri, Nganjuk dan dari tuan rumah Tulungagung. Peserta tampak antusias mengikuti acara ini walaupun acara dimulai terlambat dari yang direncanakan pukul 19.00 baru dimulai 21.30 karena berbagai kendala teknis dan menunggu undangan dari berbagai kota yang masih dalam perjalanan. Peserta menanggapi berbagai rumusan yang disampaikan oleh kedua pembicara. Peserta yang merupakan perwakilan peternak sangat mendukung dibuatnya standarisasi Penilaian Kontes kambing dengan beberapa masukan diantaranya :
1. Kategori atau kelas tetap mengikuti yang telah berjalan selam ini dengan berbagai modifikasi
2. Perlunya dibentuk Asosiasi di tingkat kabupaten/kota, propinsi, dan tingkat nasional
3. Perlu diadakan pelatihan Juri dan diterbitkan sertifikasi juri
4. Perlu adanya aturan dan sanksi terhadap kecurangan baik oleh peserta, panitia, maupun juri.
5. Standarisasi dibukukan sehingga dapat diketahui oleh semua pihak.
Hasil dari seminar dibawa dalam “pleno” di Acara TEMU BISNIS DAN SARASEHAN PETERNAK KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE) JAWA TIMUR.
TEMU BISNIS DAN SARASEHAN PETERNAK KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE) JAWA TIMUR
Acara TEMU BISNIS DAN SARASEHAN PETERNAK KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE) JAWA TIMUR di hadiri Asosiasi Peternak Kambing PE dan peternak kambing PE dari berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Timur seperti Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Mojokerto, Kota Batu, Lumajang, Jember. Selain itu juga hadir undangan dari luar Jawa Timur Asep Mulyana dari Exotic Farm Bandung Jawa Barat, Bondan Danu Kusuma dari Bumiku Hijau Jogjakarta, dan juga peternak dari Rembang, Pati, Jawa Tengah.
Acara dibagi berbagai sesion, sesion pertama pembukaan dilanjutkan dengan paparan Standarisasi Kriteria dan penilaian Kontes kambing PE dari SC Kontes. Tampil sebagai pembicara Asep Mulyana dari Exotic Farm Bandung, Kusairi dari Asosiasi peternak Kambing Etawa Patria Blitar. Sesion ketiga Pemaparan potensi Usaha Kambing Perah. Session terakhir adalah pembentukan Asosiasi Peternak Kambing PE Jawa Timur. Dari hasil rapat pembentukan disepakati nama Asosiasi Peternak kambing Peranakan Etawa Nasional (ASPENAS) Jawa Timur. Terpilih ketua Bapak AGUS WAWAN (Blitar).
Selengkapnya...
Kambing Etawa dan Makanannya
![]() | Kambing Peranaan Etawa (PE) dalam hal pemeliharaan tidak jauh beda dengan kambing-kambing lokal lainnya. Khusus untuk makanan kambing etawa juga tidak memerlukan makanan khusus pada intinya sama dengan kambing-kambing lainnya. Sebagai contoh macam makanan untuk kambing etawa sebagai berikut.. Untuk hal ini kalau di paparkan secara rinci munkin butuh waktu lebih dalam waktu sehari. |
Tapi di sini saya akan menyampaikan uraian singkatnya pada dasarnya Jenis dan cara jagungpemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pakan yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin dan mineral,( bila di pelajari secara runtut menurut disiplin ilmu peternakan ) mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudah diperoleh.
| Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu hijauan (berbagai jenis rumput) dan makan tambahan (berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, vitamin dan mineral). untuk jenis HMT ( hijauan makanan ternak ) dapat saya sebutkan berdasar pengalaman para peternak yang telah memelihara kambing jenis etawa dan berdasar para nara sumber yang berdasar para petani banyak sekali macam untuk HMT beberapa jenis akan saya sebutkan : | ![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
kaliandraKaliandraDadap Glagahan Rumput Gajah Daun NangkaDaun Singkong ( beserta singkongnya ) Daun Ketul sapi Jagung Muda beserta pohonnya Daun Sengon ,MahoniDaun Waru Rengis Daun rereside. Ketul-sapidan dan beberapa rumput yang namanya asing untuk di sebutkan.. |
kemudian untuk beberapa makanan tambahan seperti : Polar,Bungkil,Gula Jawa,Singkong ,Buah nangka (hijau)kulit kedelai.dll
Cara pemberiannya :
Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore),sedang untuk volume kira kira berat rumput 10% dari berat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 – 2,5 liter per ekor per hari, dan rumput-gajahgaram berjodium secukupnya.
Untuk kambing bunting, induk menyusui, dan pejantan yang sering dikawinkan perlu ditambahkan makanan penguat dalam bentuk bubur sebanyak 0,5 – 1 kg/ekor/hari.
Maju Bersama Petani dan Kita Berbagi….
(kambingetawa.org)
Selengkapnya...
Sekilas Kambing Etawa
![]() |
Sejarah Kambing Peranakan Etawa (P.E) yang berada di desa Donorejo, Kec Kaligesing, Kab Purworejo merupakan kambing keturunan Etawa asal negara India yang dibawa oleh penjajah Belanda. Kambing tersebut kemudian di kawin silangkan dengan kambing lokal di Kaligesing. |
Hingga saat ini kambing Peranakan Etawa dikenal sebagai ras kambing Peranakan Etawa asli Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo.
Pada saat ini Kambing Peranakan Etawa ini terus dikembangbiakkan. Kambing Peranakan Etawa diminati oleh banyak orang terutama di sekitar Jawa Tengah sehingga kambing ini menyebar pesat ke berbagai wilayah di Kabupaten Purworejo bahkan hingga ke luar Purworejo seperti ke Kulon Progo, Kendal, Sidoarjo-Jatim, bahkan saat ini telah memasuki pasar dunia termasuk ke Malaysia
Kambing Peranakan Etawa ini memiliki ciri khas pada bentuk mukanya yang cembung, bertelinga panjang-mengglambir, postur tubuh tinggi (gumla) antara 90-110 cm, bertanduk pendek dan ramping.
Kambing jenis ini mudah berkembang dengan baik di daerah berhawa dingin, seperti daerah sekitar pegunungan atau dataran tinggi .
Kambing jenis ini memiliki badan besar warna bulu beragam, belang putih, merah coklat, bercal, bercak hitam atau kombinasi ketiganya dan pada bagian belakang terdapat bulu yang lebat dan panjang.
Panggemar kambing Peranakan Etawa umumnya sangat menyukai keindahan bulu dan bentuk mukanya.
Karena itu sangat jarang jenis kambing ini dijadikan kambing semblihan (potong) untuk dimakan, mereka lebih memfungsikannya sebagai “klangenan atau piaraan” untuk koleksi.atau Prestige Bahkan konon jaman dulu, bagi yang memiliki kambing Etawa akan terlihat “selera” dan “siapa” orang itu di mata masyarakat.
Saat ini pengembangan terpadu kambing Etawa ditawarkan kepada investor oleh Pemerintah Daerah. Diharapkan tawaran ini mendapat respon positif mengingat potensi pasarnya yang masih belum tergarap optimal.
Investor tentu tak akan rugi membisniskan kambing ini. (kambingetawa.org)
Selengkapnya...






